Butuh Bantuan?

Cari dan temukan semua informasi disini

Pertanyaan Umum

Fabelia Property adalah developer rumah tanpa Bank dan tanpa Riba di Pekanbaru yang telah berdisi sejak tahun 2003.

Alhamdulillah kami telah berhasil membangun ratusan rumah dan ruko di Kota Pekanbaru dan sekitarnya

Kami menghadirkan solusi untuk masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya yang ingin memiliki rumah dengan akad yang halal dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Akad yang dipakai adalah akad murni jual beli bukan sewa beli atau kredit riba. 

Kredit di Fabelia Property anda akan mendapatkan Fasilitas ini:

  • Tanpa Riba & Tanpa Bank
  • Tanpa Asuransi & Tanpa Denda
  • Tanpa Sita & Tanpa BI Checking
  • Tanpa syarat yang ribet
  • Ada hadiah, diskon atau promo setiap kali pembelian

Alamat Kantor :

 Jl. Tuanku Tambusai No.283 E, Wonorejo, Kec. Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau 28144

Google Maps : https://goo.gl/maps/KoDcwnSAS2Nyu9KN8

Kami memiliki beberapa produk dan jasa kontruksi bangunan, untuk saat ini kami memiliki produk :
1. Ruko

2. Tanah Kavlingan

3. Rumah berbagai tipe

4. Jasa kontruksi bangunan, bangun rumah pribadi atau renovasi rumah

Jika anda tidak mampu lagi membayar sisa hutang anda kepada kami, property anda tidak akan kami tarik atau kami sita.

Jika selama 3 ( tiga) bulan anda tidak bisa membayar cicilan maka team kami akan menghubungi anda untuk mencari solusi yang terbaik bersama,
biasanya kami memberikan solusi untuk menyarankan menjual property yang anda miliki, atau jika anda membolehkan kami bantu jualkan, maka kami bantu jualkan.

Jika property anda laku, kami hanya meminta sisa hutang yang belum terbayar, jika masih ada sisa uang penjualan property anda maka  itu menjadi hak anda,

Kami menjual property tanpa riba, jadi tidak ada lagi biaya tambahan setelah akad di tanda tangani,
jika terlambatpun anda tidak akan dikenakan denda.

supaya mudah saya ilustrasikan ya:
jika anda membeli property di fabelia property dengan harga 500 juta, kemudian anda  DP 300 juta, sisa hutang anda 200 juta, dalam akad anda akan mengangsur  selama 2 tahun.
maka..!

Hutang anda yang 200 juta tadi  tidak akan bertambah ( tanpa bunga) selama 2 tahun, baik jika ada keterlambatan bayar maupun dipercepat pembayarannya ( tanpa denda dan tanpa pinalty)

 

Kami tidak bekerja sama dengan Bank  manapun baik Bank Konvensional maupun Bank Syariah untuk hal pembiayaan proyek maupun pembiayaan penjualan,  Kami hanya menggunakan bank sebagai jasa transfer dan penitipan uang bukan sebagai pihak ketiga antara developer dan konsumen

Kami tidak menerapakan sistim denda  dalam akad karena denda adalah nilai tambahan yang termasuk kedalam RIBA. Kami memiliki cara tersendiri apabila pembeli tidak dapat memenuhi pembayaran sesuai dengan waktunya. Dan kami  tidak mengenakan pinalti apabila konsumen dapat menyelesaikan pembayaran hutangnya lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Berbagai jenis asuransi asalnya haram baik asuransi jiwa, asuransi barang, asuransi dagang, asuransi mobil, dan asuransi kecelakaan. Secara ringkas, asuransi menjadi bermasalah karena di dalamnya terdapat riba, qimar (unsur judi), dan ghoror (ketidak jelasan atau spekulasi tinggi).

untuk lebih jelasnya silahkan baca dalam artikel ini:
https://muslim.or.id/9053-hukum-asuransi.html

Akad yang digunakan adalah  akad jual-beli. Ketika anda telah membayar DP, itu artinya anda sudah memiliki hak terhadap property yang anda beli.

Bukan  akad sewa-beli.
akad sewa beli maksudnya begini.
jika anda tidak sanggup membayar sisa hutang dalam tempo waktu tertentu maka property anda akan d sita, dan DP anda tidak akan dikembalikan, dan lebih kejamnya lagi anda tetap akan dikenakan denda keterlambatan.

Pertanyaan Kredit ?

Akad Istishna
pengertian Istishna 
 transaksi jual beli dengan pesanan, di mana anda memesan rumah kepada kami untuk dibangunkan dan pembayarannya dapat dilakukan lunas atau bertahap dalam jangka waktu yang disepakati.
Anda berhak menerima Barang sesuai spesifikasi yang telah disepakatai dalam waktu yang telah di atur dalam akad

  1. Konsumen menghubungi admin Fabelia Property
  2. Konsumen mengutarakan keinginannya untuk kredit property di fabelia property
  3. Konsumen ditemani admin cek lokasi untuk melihat property yang akan dijakan objek akad
  4. Jika konsumen tertarik, konsumen akan membuat janji untuk penyerahan DP dan Akad Perjanjian
  5. Konsumen Menyerahkan DP dan tanda tangan akad di kantor kami
  6. Kami membangun rumah sesuai spesfikasi yang tertera di akad
  7. Angsuran pembayaran mulai berjalan di awal bulan berikutnya setelah akad
  8. Ketika rumah selesai dibangun, kami akan menyerahkan kunci
  9. Penyerahan surat menyurat ketika Lunas

Kredit tanpa riba artinya andak kredit tanpa ada penambahan lagi.

contoh:
jika anda hutang 500 juta di cicil selama 5 tahun, maka selama 5 tahun itu nilai hutang anda tidak akan bertambah, walau anda terlambat bayar, tidak  ada denda keterlambatan dan tidak ada bunga dari hutang anda.
beda dengan leasing atau konvensional biasanya akan ada akad bunga,

contoh:
hutang 500 juta bunga 1%
jadi anda tiap bulan akan bayar hutang plus bunga 1% dari hutang 500 juta itu,  dan parahnya anda akan dikenakan denda jika terlambat bayar.

Untuk mekanisme kredit di fabelia property tidak seribet jika anda kredit di Bank, Syartanya sangat ringan, tanpa Bi Chacking,
untuk syaratnya silahkan cek disini: Syarat Kredit

Apakah boleh ada beda harga antara tunai dan kredit? Misalnya kalau cash seharga 15 juta rupiah, sedangkan kredit ditotal menjadi 22 juta rupiah.

Intinya asalnya jual beli dengan bentuk apa pun dibolehkan termasuk jual beli dengan beda harga seperti itu antara tunai dan kredit. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).

Begitu juga Allah berfirman,

إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (saling ridha) di antara kalian” (QS. An Nisa’: 29).

Jika ada tambahan dalam pembayaran tertunda, itu tidaklah masalah karena keuntungan tersebut bukanlah keuntungan yang bernilai riba. Transaksi yang ada adalah transaksi jual beli namun dengan pembayaran tertunda, dan sekali lagi tidak dianggap riba.

Dari sisi lain, ridha pun tetap ditekankan pada jual beli ini. Karena pembayaran tertunda ini dijalankan oleh penjual biar bisa melariskan dagangannya. Ini sudah menunjukkan adanya keridhaan dari penjual.

Dalam hadits, kita juga akan melihat bahwa tidaklah masalah jika sampai ada beda harga antara tunai dan kredit, biaya kredit lebih tinggi dari biaya cash (tunai).

Di antara dalil yang mendukung pernyataan di atas adalah,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُ أَنْ يُجَهِّزَ جَيْشًا فَنَفِدَتِ الإِبِلُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَأْخُذَ فِى قِلاَصِ الصَّدَقَةِ فَكَانَ يَأْخُذُ الْبَعِيرَ بِالْبَعِيرَيْنِ إِلَى إِبِلِ الصَّدَقَةِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah untuk menyiapkan pasukan lantas unta berjalan di tengah-tengah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengambil unta yang masih muda dan masih kuat yang sebagai zakat. Beliau ketika itu menjadikan satu unta menjadi dua unta sebagai kompensasi tempo waktu yang ditunggu untuk unta zakat. (HR. Abu Daud no. 3357 dan Ahmad 2: 171. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hasan)

Adapun hadits yang menyebutkan,

مَنْ بَاعَ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ فَلَهُ أَوْكَسُهُمَا أَوِ الرِّبَا

Siapa yang menjual dengan dua transaksi, maka ia diberi rugi ataukah diberi riba.” (HR. Abu Daud no. 3461 dan Al Baihaqi 5: 343. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Sebagian ulama berdalil dengan hadits ini tentang larangan jual beli beda harga antara cash dan kredit.

Syaikh Abu Malik berkata, “Taruhlah hadits tersebut shahih, bukanlah yang dimaksud diharamkannya jual beli jika dibeli tertunda biayanya lebih tinggi dari beli tunai. Yang tepat, yang dimaksud hadits tersebut adalah jika ada dua orang yang bertransaksi berpisah lantas tidak menetapkan antara dua harga yang diberi pilihan. Jadi menetapkan beda harga antara dua transaksi tersebut bukanlah transaksi riba.” (Shahih Fiqh Sunnah, 4: 354).

Ibnul Qayyim juga memberikan jawaban, “Larangan hadits bukanlah larangan jika dibeli tunai lebih murah, yaitu 50 dan jika dibeli dengan pembiayaan tertunda lebih mahal yaitu 100. Itu tidak termasuk qimar (judi), tidak termasuk jahalah (jual beli yang tidak jelas), tidak termasuk gharar (yang ujung akhirnya tidak jelas) dan tidak termasuk jual beli rusak lainnya. Penjual memberikan pilihan pada pembeli kala itu untuk memilih di antara dua transaksi yang ada (yaitu ingin tunai ataukah kredit, -pen).” (I’lamul Muwaqi’in, 2: 149-150).

Intinya, jual beli kredit tidaklah masalah walau lebih mahal dari cash (tunai). Yang masalah nantinya jika hakekat jual beli adalah utang piutang seperti yang terjadi pada jual beli leasing kendaraan dan kredit rumah KPR.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Sumber https://rumaysho.com/9653-beda-harga-antara-tunai-dan-kredit.html

Apakah boleh ada beda harga antara tunai dan kredit? Misalnya kalau cash seharga 15 juta rupiah, sedangkan kredit ditotal menjadi 22 juta rupiah.

Intinya asalnya jual beli dengan bentuk apa pun dibolehkan termasuk jual beli dengan beda harga seperti itu antara tunai dan kredit. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).

Begitu juga Allah berfirman,

إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (saling ridha) di antara kalian” (QS. An Nisa’: 29).

Jika ada tambahan dalam pembayaran tertunda, itu tidaklah masalah karena keuntungan tersebut bukanlah keuntungan yang bernilai riba. Transaksi yang ada adalah transaksi jual beli namun dengan pembayaran tertunda, dan sekali lagi tidak dianggap riba.

Dari sisi lain, ridha pun tetap ditekankan pada jual beli ini. Karena pembayaran tertunda ini dijalankan oleh penjual biar bisa melariskan dagangannya. Ini sudah menunjukkan adanya keridhaan dari penjual.

Dalam hadits, kita juga akan melihat bahwa tidaklah masalah jika sampai ada beda harga antara tunai dan kredit, biaya kredit lebih tinggi dari biaya cash (tunai).

Di antara dalil yang mendukung pernyataan di atas adalah,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُ أَنْ يُجَهِّزَ جَيْشًا فَنَفِدَتِ الإِبِلُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَأْخُذَ فِى قِلاَصِ الصَّدَقَةِ فَكَانَ يَأْخُذُ الْبَعِيرَ بِالْبَعِيرَيْنِ إِلَى إِبِلِ الصَّدَقَةِ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah untuk menyiapkan pasukan lantas unta berjalan di tengah-tengah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengambil unta yang masih muda dan masih kuat yang sebagai zakat. Beliau ketika itu menjadikan satu unta menjadi dua unta sebagai kompensasi tempo waktu yang ditunggu untuk unta zakat. (HR. Abu Daud no. 3357 dan Ahmad 2: 171. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hasan)

Adapun hadits yang menyebutkan,

مَنْ بَاعَ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ فَلَهُ أَوْكَسُهُمَا أَوِ الرِّبَا

Siapa yang menjual dengan dua transaksi, maka ia diberi rugi ataukah diberi riba.” (HR. Abu Daud no. 3461 dan Al Baihaqi 5: 343. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Sebagian ulama berdalil dengan hadits ini tentang larangan jual beli beda harga antara cash dan kredit.

Syaikh Abu Malik berkata, “Taruhlah hadits tersebut shahih, bukanlah yang dimaksud diharamkannya jual beli jika dibeli tertunda biayanya lebih tinggi dari beli tunai. Yang tepat, yang dimaksud hadits tersebut adalah jika ada dua orang yang bertransaksi berpisah lantas tidak menetapkan antara dua harga yang diberi pilihan. Jadi menetapkan beda harga antara dua transaksi tersebut bukanlah transaksi riba.” (Shahih Fiqh Sunnah, 4: 354).

Ibnul Qayyim juga memberikan jawaban, “Larangan hadits bukanlah larangan jika dibeli tunai lebih murah, yaitu 50 dan jika dibeli dengan pembiayaan tertunda lebih mahal yaitu 100. Itu tidak termasuk qimar (judi), tidak termasuk jahalah (jual beli yang tidak jelas), tidak termasuk gharar (yang ujung akhirnya tidak jelas) dan tidak termasuk jual beli rusak lainnya. Penjual memberikan pilihan pada pembeli kala itu untuk memilih di antara dua transaksi yang ada (yaitu ingin tunai ataukah kredit, -pen).” (I’lamul Muwaqi’in, 2: 149-150).

Intinya, jual beli kredit tidaklah masalah walau lebih mahal dari cash (tunai). Yang masalah nantinya jika hakekat jual beli adalah utang piutang seperti yang terjadi pada jual beli leasing kendaraan dan kredit rumah KPR.

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.



Sumber https://rumaysho.com/9653-beda-harga-antara-tunai-dan-kredit.html

  • Dalam Syariat Islam, terkait jual beli Istishna’ (Pesan Bangun) tidak ada Khyar Syarat (misal : dalam tempo 5 bulan, pembeli bisa memutuskan untuk membatalkan pembelian karena tidak cocok), yang ada adalah Khyar Majelis (selama dalam majelis, akad boleh dibatalkan, dan ketika sudah keluar majelis, maka akad mengikat ke dua belah pihak), sehingga ketika sudah ditandatanganinya surat kesepakatan pemesanan unit, maka KEDUA BELAH PIHAK tidak dapat membatalkan. PIHAK PERTAMA berkewajiban menyelesaikan unit pesanan, dan PIHAK KEDUA berkewajiban membayar unit pesanan sesuai dengan harga yang sudah disepakati.

 

  • Apabila terjadi pembatalan, maka sesuai dengan hukum pembatalan yaitu harus ada ganti rugi oleh pihak yang membatalkan, karena pihak yang membatalkan telah terkena hukum dosa akibat telah ingkar janji dan tentunya berkewajiban untuk mengganti rugi kepada pihak yang lain.

Dalam kondisi ini maka kami mengambil dua solusi:
1. Jika kami sebagai developer belum melakukan apapun, artinya belum keluar biaya untuk mengerjakan property anda maka DP bisa kami kembalikan 100%

2. Jika kami telah mengeluarkan biaya maka di kenakan potongan dengan presentase tertentu dari pembayaran yang telah disetorkan. Sisa uang pembayaran harus di kembalikan oleh Fabelia Propety dalam kurun waktu tertentu. Biasanya presentase pemotongan oleh Fabelia Propety akan memperhitungkan jasa yang telah di keluarkan di tambah biaya-biaya yang telah di keluarkan Fabelia Propety sehubungan usaha untuk menyelesaikan pesanan anda.

 

Pemotongan ini Insya Alloh tidak termasuk dalam kategori RIBA, karena Riba itu  tambahan atas harta pokok (hutang), sedangkan potongan ini adalah pengurangan harta sehubungan atas ganti rugi biaya yang di keluarkan oleh kami.

Anda bisa mengecek cicilan anda dengan klik link ini:
LOGIN 

Pembayaran uang muka minimal adalah sebesar 30%  – 50% dari harga property

Jika konsumen tidak mau membayar dikarenakan kesalahan kami yang tidak tepat waktu membangun atau karena kesalahan kami yang dapat dibuktikan maka dana konsumen 100% aakan dikembalikan.

Apabila pembatalan dilakukan oleh pihak developer karena suatu dan lain hal, maka pihak developer akan mengembalikan uang pembeli 100%, atau bisa diskusikan dengan kami untuk pergantian unit

Sebagaimana kita ketahui bahwa hutang itu apabila di tinggalkan oleh pemilik hutang maka menjadi tanggungan ahli warisnya.

Jika ternyata ahli waris tersebut tidak mampu melanjutkan cicilan maka kami akan memberi solusi sebagai berikut :

  • Membantu menjualkan propety anda dengan harga pasar, kemudian setelah uang pembelian itu  terima maka harus membayar sisa hutang kepada developer.

Terkait harga jual  kami yang lebih mahal, kami telah melakukan surve, harga kami dan konvensional tidak jauh beda. 

Coba anda telaah lebih dalam, biasaya properti konvensional menerapkan bunga secara tidak tentu artinya sewaktu-waktu bisa naik tergantung suku bunga, tapi tidak pernah turun.

Intinya bunganya tidak pasti bahkan cenderung naik setiap tahunnya, belum lagi kalau kita telat bayar pasti kena denda, dan jika tidak mampu nyicil pasti kena sita.

Jika lancar kena bunga, jika telat kena denda, tidak bisa nyicil unit disita, kalau mau dilunasin lebih cepat kena pinalti dan yang pasti kena dosa RIBA.

Berbeda dengan kami yang menerapkan konsep 100% syariah yang Insya Alloh menjadi lebih mudah dan berkah. Dan yang terpenting adalah sesuai dengan syariat agama yang akan membuat hidup bapak/ibu tenang.

Insya Alloh, konsep kami adalah 100% syariah dan tidak akan menerapkan akad bathil.

Termasuk tentang jaminan, dimana dalam syariat Islam tidak boleh ada jaminan untuk obyek yang diperjual belikan.

Lalu kemana sertifikatnya kalau sudah jadi ? Sertifikat akan kita titipkan di notaris dan diambil ketika pembayaran cicilan selesai.

Hubungi Kami jika anda masih membutuhkan bantuan admin

0821-7239-4210

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.